10 Pesan tuk calon pengantin putri

“Cinta tak sekedar anugerah, pun juga proses”. Terkadang kita terjebak dengan apa yang dinamakan dengan “Pandangan Pertama”, meski tak dapat dipungkiri hal tersebut bisa jadi adalah isyarat yg dianugerahkan oleh Yang Maha Esa, yach … sebuah kemantaban hati yang terkadang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Namun tak jarang kemudian, benih-benih mawaddah dan rahmah itu kemudian pudar …, dengan berbagai sebab dan alasan, hingga akhirnya …. sebuah pernikahan berakhir dengan perceraian (semoga Alloh menjauhkan kita dari “ketidak baikan” di dalamnya). Nah … Di sinilah yang kami maksud dengan ungkapan pembuka pada posting Blog kali ini, yakni “Cinta tak sekedar anugerah, pun juga proses”.

Lebih lanjut, Tuk memuluskan dan menyuburkan benih-benih mawaddah dan rahmah tersebut, dalam Islam terdapat berbagai tuntunan berakhlaq dalam berumah tangga, baik bagi suami maupun bagi isteri. hmm … bahasa mudahnya Standar Operasional Prosedur/SOP yang umum bisa dilakukan oleh semua pasangan. (Semoga Alloh memudahkan kita semua didalamnya).

Pada kesempatan kali ini, akan kami share sebuah kisah berisi “10 Pesan tuk calon pengantin putri” yang kami dapatkan dari Group “RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF” di Facebook, yang menurut kami cukup penting tuk dibaca. Berikut kisahnya.

Dikisahkan dari seorang Ibu benamaUmamah binti Al-Harits As-Syaibani,istri Auf As-Syaibani yang menyampaikan nasehat dan wasiat menjelang putrinya menikah. Dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang, Umamah binti Al-Harits berkata pada putrinya, ” Wahai putriku sayang, sesungguhnya wasiat itu merupakan peringatan bagi orang yang lupa dan bantuan bagi orang yang berakal. Ketahuilah anakku, wanita itu ada untuk menemani laki-laki dan begitu pun dengan laki-laki, ia ada untuk menemani wanita. Wahai putriku, kalau engkau ingin agar pergaulan mu dengansuamimu abadi, maka jadilah engkau ‘ hamba sahaya ‘nya. Jadilah engkau ‘ bumi ‘nya, maka dia senantia sa menjadi ‘ langit ‘mu. Selain itu, peliharalah 10 butir wasiatku ini. Insya Alloh wasiat ini akan menjadi bekalmu dalam mengarungi hidup bersamanya.

  1. Terimalah pemberiannya walaupun sedikit dengan penuh rasa syukur
  2. perkenankanlah permintaannya dengan penuh rasa hormat dan tulus
  3. Perhatikanlah arah dimana matanya dapat tertuju, jangan sampai kedua matanya melihat sesuatu yang buruk dari penampilanmu
  4. Perhatikanlah arah dimana hidungnya menghirup,  jangan pula hidung nya menghirup kecuali harum semerbak dirimu
  5. Perhatikanlah waktu-waktu makan, Rasa lapar melahirkan emosi
  6. Perhatikanlah waktu-waktu tidurnya kekurangan tidur mengundang amarahnya
  7. Peliharalah harta bendanya, Prinsip pokok menyangkut harta adalah perhitungan yang teliti.
  8. Perhatikan sanak keluarganya, Dasar utama menyangkut sanak keluarga adalah pelayanan yang ikhlash
  9. Janganlah membangkang perintahnya, Jika ananda membangkang perintahnya, tertanam benih kebencian dalam dadanya
  10. Jangan membocorkan rahasia nya, jika membocorkan rahasianya, maka tidak ada lagi terjamin kesetiaannya. Jangan pula menampakkan kegembiraan saat dia gundah gulana atau kesedihan saat dia gembira “.

Masih kurang ???, Lebih lanjut … ada lagi neh tulisan bagus dari Catatan “OMAHKREASI DAN SOGANBATIK ” di FB (kayaknya cuman kumpulan catatam yach ..???, hehe gpp lagi, yg penting kan bisa diambil manfaatnya, iya kan ..???), Dalam tulisan berjudul “Indahnya Persahabatan Suami-Istri“, di sana disebutkan 6 Tips yang bisa dilakukan yakni:

1. Saling memahami.
Pernikahan adalah menyatukan dua orang yang berasal dari latar belakang yang berbeda dan dua keluarga yang berbeda. Karena itu, suam-istri perlu saling memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing, serta menerimanya dengan lapang dada tanpa ada penyesalan yang berkepanjangan. Kadangkala suami mempunyai kelebihan dalam kemampuan berkomunikasi, sedangkan istrinya kurang. Sebaliknya, istri memiliki kemampuan manajemen, sedangkan suaminya lemah. Kelebihan yang ada pada salah satu pasangan tidak menunjukkan ketinggian orang tersebut, demikian juga kekurangan yang ada pada seseorang tidak menunjukkan dia rendah. Sebab, tinggi-rendahnya manusia di sisi Allah Swt. adalah karena ketakwaannya. (QS al-Hujurat [49]: 13). Saling memahami akan menjadikan suami-istri berempati terhadap pasangannya sehingga tidak mudah saling berburuk sangka. Sikap saling empati/memahami tidak berarti toleran terhadap kesalahan dan kelemahan yang dapat merugikan pasangannya. Namun, sikap ini memudahkan suami-istri untuk berpikir jernih sebelum memberikan pendapat, kesimpulan maupun penilaian. Kejernihan berpikir akan dapat memudahkan seseorang untuk bersikap dengan tepat dan benar terhadap pasangannya. Dengan itu, masing-masing akan terhindar dari kesalahpahaman yang memunculkan perselisihan dan pertengkaran. (Lihat: QS an-Nisa’ [4]: 19).

2. Saling mencintai karena Allah Swt.
Saling mencintai karena Allah (mahabbah fillâh) antara suami-istri merupakan salah satu perekat persahabatan di antara mereka. Munculnya cinta karena Allah Swt. disebabkan karena keduanya memiliki keimanan dan melakukan ketaatan-ketaatan kepada-Nya. Jika ada yang tidak disukainya dari pasangannya, itu karena ia tidak rela sahabatnya melakukan kemaksiatan dan kemungkaran kepada Allah Swt. Rasulullah saw. bersabda (yang artinya), “Siapa saja yang memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, berarti ia telah sempurna imannya.” (HR al-Hakim).

3. Saling menerima dan memberi.
Salah satu cara untuk mewujudkan persahabatan antara suami-istri adalah keduanya melaksanakan kewajibannya masing-masing sekaligus memenuhi hak-hak setiap pasangannya. Keduanya saling berlomba untuk menunaikan kewajiban yang akan menyebabkan hak pasangannya akan terpenuhi. Ibnu Abbas pernah bertutur, “Sungguh, aku suka berhias untuk istriku, sebagaimana ia berhias untukku. Aku pun suka meminta agar ia memenuhi hakku yang wajib ia tunaikan untukku sehingga aku pun memenuhi haknya yang wajib aku tunaikan untuknya. Sebab, Allah Swt. telah berfirman (yang artinya): Para wanita/istri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf (QS al-Baqarah [2]: 228).”

4. Saling menasihati.
Manusia manapun tidak luput dari kesalahan. Persahabatan suami-istri akan mengantarkan setiap orang tidak pernah rela pasangannya melakukan kesalahan, baik yang disengaja maupun yang tidak. Saling memberi nasihat merupakan wujud suatu hubungan yang saling mencintai karena Allah Swt. Sebab, tujuannya adalah dalam rangka menjaga ketaatan kepada Allah Swt. dan menjauhkan pasangannya dari melakukan kemaksiatan kepada-Nya. Nasihat yang disertai dengan komunikasi yang tepat waktu dan tepat cara (lemah-lembut dan tidak menjustifikasi kesalahan) akan membuat pasangan yang dinasihati merasakan kesejukan dan ketenteraman dalam menerima masukan.

5. Saling tolong-menolong.
Kehidupan suami-istri adalah kehidupan yang berpeluang mengalami kesulitan-kesulitan seperti beban pekerjaan yang memberatkan, pemenuhan nafkah, pendidikan anak, dan lain-lain. Saling tolong-menolong akan dapat meringankan beban satu sama lainnya. Pada saat suami tidak dapat menyediakan pembantu rumah tangga, ia dengan rela membantu pekerjaan rumah tangga jika istrinya kewalahan melakukannya. Rasulullah saw. terbiasa menjahit sendiri bajunya yang robek dan memperbaiki sandalnya yang rusak tanpa memberatkan istri-istrinya. Begitu juga istri, pada saat suami mengalami kesulitan dalam pemenuhan nafkah untuk keluarga, tidak ragu-ragu untuk membantu dan meringankan suaminya. Namun, perlu dipahami, saling tolong-menolong bukan berarti kewajiban masing-masing bisa saling dipindahkan atau dihilangkan, misalnya suami mengurus rumah dan istri mencari nafkah. Sikap tolong menolong antara suami-istri akan semakin mempererat persahabatan di antara keduanya.

6. Saling memaafkan.
Kehidupan suami-istri tidak luput dari berbagai kelemahan, kesalahpahaman dan pertengkaran kecil. Hal-hal ini akan dapat merenggangkan hubungan persahabatan satu sama lain. Pada saat salah seseorang dari suami-istri melakukan sesuatu hal yang menimbulkan kemarahan, maka langkah yang perlu disuburkan oleh yang lainnya adalah menahan marah dan mudah saling memaafkan. Saling memaafkan satu sama lainnya adalah kunci untuk memelihara persahabatan antara suami-istri.

nah … cukup sampai di sini dulu ya … [nantikan share menarik berikutnya ^_^], smoga bermanfaat dan bernilai jariyah bagi penulisnya. see U, InsyaAllo ..:D

RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: