Antenna Bazzoka Pertamaku

Yogyakarta (17/07) : Haloo peselancar dunia maya !!!!, dalam kesempatan kali ini kan ku sharing pengalamanku tentang pertama kali membuat antenna bazzoka. Antenna yang kugunakan untuk memperkuat sinyal wireless dari modemku, hehehe..maklum aku tinggal agak jauh dari keramaian. Namun sebelumnya ku akan sedikit bercerita tentang perkembangan harga dan teknologi wireless yang menunjukkan arah positif, boleh yaa..???? ^_^.  Hmmm,…luar biasa..!!!.  itulah pertama yang aku ungkapkan atas dasar kekaguman pada perkembangan wireless connenction yang pesat. Hampir setiap penyedia layanan komunikasi memiliki layanan ini ( wireless internet connection, pen ), mulai dari telkomsel, indosat, hingga axis dan masih banyak yang lain. Bahkan dari sisi konsumen pun, layanan ini semakin banyak digemari, terlebih lagi dengan maraknya facebook sebagai salah satu penyedia layanan jejaring sosial yang pada hari ini (17/07) telah mencapai 250 juta pelanggan. Bukan hanya Mahasiswa…, pelajar dan ibu rumah tangga pun sudah banyak yang menggunakannya. Hal ini terlihat dari keanekaragaman status dan profesi serta jenjang umur dan pendidikan yang saya perhatikan dari teman-teman saya di facebook, sungguh luar biasa !!!.

Mungkin itulah sedikit cerita bahagia dikala senja, di mana fasilitas yang awalnya cukup wah.. semakin mudah dan murah untuk didapatkan. Dengan hanya bermodal tidak lebih dari saku sebulan, seseorang sudah bisa berselancar di dunia maya dengan bebasnya. Kondisi ini sungguh berbeda ketika beberapa bulan yang lalu, tepatnya di awal tahun 2009. Waktu itu saya memberanikan diri untuk membeli sebuah modem, yach … sebuah modem. Dengan mengerahkan seluruh kekuatan tabungan yang ada, ditambah semangat untuk berubah dan memasang sikap optimis sedemikian rupa atas potensi yang ada. Akhirnya, keputusan itu pun terlaksana, sebagaimana Abramovich menggelontorkan dananya untuk beli pemain terbaik Chelsesa guna memperkuat kans menjadi juara, akupun menggelontorkan satu seperempat Jt ku guna memuluskan aktifitas pendukung kreatifitasku.

Adalah sierra 881U yang saat itu menarik hatiku. Dengan segala testimonial di internet yang aku baca, pilihanku pun mantab menyisihkan beberapa merk terkenal lainnya. Petualangan online dengan perahu sendiri pun mulai dilakukan, layar terkembang penuh harapan, meski harga 2x lipat dari yang ada sekarang harus ku perjuangkan. Hari pertama kulalui dengan setting dan registrai kartu perdana. di mulai dari baca buku petunjuk , nelpon opreator karena bingung, hingga akhirnya bisa tersambung juga…alhamdulillah lega rasanya… pertamanya…

cukupkah sampai di situ???, ternyata tidak, petualangan ini cukup panjang. Beberapa kendala harus aku tumbangkan untuk mempertahankan layar kreatifitas mayaku agar tidak berhenti di tengah lautan. Dimulai dari kondisi geografis yang boleh dikatakan cukup jauh dari keramaian hingga optimasi sistem operasi agar memperoleh kecepatan akses yang paling mendekati harapan. Kala itu hanya satu yang ada di benakku untuk mengatasi tantangan ini, “tanya Mbah Google“. Akhirnya cinta tak bertepuk sebelah tangan, beberapa artikel kutemukan, hingga membuatku melakukan langkah yang lebih gila dan pertama kalinya… yakni membuat antena, jujur…tak terbayang sebelumnya…

Dari perburuan referensi yang ada, pilihanku jatuh pada antena jenis Bazooka. Adalah artikel dari mas … yang aku jadikan sebagai panduan. Perjuangan pun dimulai dengan membeli bahan-bahan yang dibutuhkan. Di hari yang terik ku meluncur menuju toko komputer langgananku, namun sayang hanya kutemukan kabel LAN 10 meter dari sekian banyak bahan yang aku butuhkan. Perjalanan pun dilanjutkan, masuk toko dan keluar toko pun tak terhitung sudah berapa kali aku ulang, namun barang-barang yang aku butuhkan juga tak kunjung didapatkan, hingga akhirnya aku mulai mengambil langkah aman, yakni menuju toko-toko besar yang memang cukup jauh dalam jarak tujuan. Pengorbanan itupun terbayar, di tengah suasana yang nyaris putus asa, aku mendapatkan kabel perpanjangan USB yang saat itu masih cukup sulit didapatkan, di sebuah toko yang terletak di bawah jembatan. 2 (dua) target bahan sudah aku dapatkan, saatnya mencari kertas aluminium dan pipa paralon yang panjangnya minimal 30 cm. Dalam bayanganku, kertas aluminium adalah bagian ansikh dari bahan bangunan, sehingga tujuanku berikutnya… tidak lain dan tidak bukan adalah toko bahan bangunan. Di toko pertama yang kujumpa, akupun singgah untuk bertanya adakah bahan yang aku butuhkan???, si penjaga toko pun menjawab “Untuk pipa minimal 3 meter dan kertas aluminiumnya kami tak punya”, di toko ke dua, akupun singgah, namun sayang..masih juga mendapatkan jawaban yang kurang lebih sama, hingga akhirnya temenku memberikan masukan “Klo g salah, kertas aluminium itu kan yang dibuat untuk masak?? gmana klo cari di supermarket???”, akupun menjawab “ow begitu yach..” hehehehe maklum g pernah masak macem-macem, apalagi pakai kertas aluminium yang pada saat itupun aku belum tahu bentuknya seperti apa. Bagai hujan di tengah gersang, akupun menyambut masukan yg cukup masuk akal ini dengan segera memutar arah motorku. Sesampainya di tempat tujuan akupun bertanya pada penjaga yang ada “Mbak ada kertas aluminium g?”, dan ia pun menjawab “oh di sebelah sana mas…” dengan menunjuk satu blok tumpukan barang-barang, lega rasanya akhirnya ditemukan juga. Yesss… !!!!.

Setelah ketiga bahan terkumpulkan, tinggal satu paket bahan lagi yang musthi aku dapatkan… yakni pipa paralon, baut dan penutupnya. Setelah gagal karena minimnya panjang paralon yang aku butuhkan, di sebuah toko yang malah dekat tempat kosku, sang penjual memberikan seuntai harapan, setelah pintu keberhasilan nyaris tertutup. Awalnya penjaga toko menyatakan “Wah klo beli pipa cuman sepanjang itu, g bisa…, tanggung mas, ntar sisanya siapa yang beli???..”, setelah itu langkahku pun gontai ingin segera pulang, namun sedetik kemudian sang penjaga bilang “Sebentar-sebentar mas… kayaknya kemaren ada sisa paralon sepanjang 50 cm , ku carikan dulu yach”, sekejap wajahkupun berubah secerah sang surya, tanda bahagia. Beberapa saat kemudian sang penjaga datang dengan membawa barang yang ia maksudkan, tanpa berpikir panjang…tawar menawar pun dilangsungkan, dan akhirnya terkumpullah barang-barang yang ada, alhamdulillah !!!.

Ku pulang ke kos-an dengan penuh semangat, meski lelah .. semua menjadi tak terasa, tertutupi oleh impian yang begitu menggelora. Kubuka lagi petunjuk yang ada dan kurakit semua bahan yang tersedia. Dibantu oleh beberapa teman, akhirnya antenna bazzoka pertamaku pun terwujud pula. Saatnya uji coba….

Dengan begitu seksama, nyaris sempurna kupasang modemku ke dalam antenna. Aksi pun dimulai… awalnya berjalan biasa-biasa saja… lama kelamaan ternyata … sinyalnya pun semakin menghilang, seiring dengan arah yang susah untuk kutemukan. Memang untuk jenis antenna bazzoka, kendala terbesar adalah penentuan arah yang tepat pada tower pemancar sinyal dari penyedia layanan, karena sudut pancarnya yang cukup sempit/tidak menyebar. Setelah beberapa kali mencoba… ku temukan lagi sebuah fakta, posisi desain yang ada… tidak sesuai dengan jenis modemku, antenna jenis ini lebih cocok untuk tipologi modem sejenis keluaran Huwawei, hiks… T_T, dan pada klimaksnya… kutemukan juga fakta yang didukung oleh data-data di internet bahwa kabel LAN ternyata kurang maksimal untuk digunakan sebagai kabel perpanjangan…hmmm. Akhirnya… kucoba resep sederhana, kutaruh modemku di atas wajan penggorengan.. hehehe, lumayan, sinyalnya naik 2 bar …

Mungkin tidak semua cerita berjalan sempurna. Namun sebuah hikmah dan pengalaman luar biasa telah aku dapatkan, meski gagal, aku bersyukur bisa tahu lebih jauh tentang teknologi wajan bolic, bazzoka dan beberapa antenna branded lainnya. Menyesalkah…”???, bagiku tidak ada kata menyesal untuk sebuah pengalaman. Ilmu jauh lebih bermanfaat apalagi jika bisa diaplikasikan, yach itulah sedikit pengalaman dari petualangan membuat antenna bazzoka pertamaku, semoga bermanfaat.

Satu Tanggapan to “Antenna Bazzoka Pertamaku”


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: